yayasan aku dan sukarno, yayasan bung karno, organisasi soekarno, bung karno, ir soekarno, yayasan ir soekarno, gerakan soekarnois, gerakan sukarnois, pembukaan yayasan sukarno, ir soekarno biodata, biodata soekarno,

Yayasan Aku dan Sukarno

MERDEKA !!!

Sukarno atau sering disebut Soekarno, Bung Karno, bahkan Ahmad Soekarno, adalah Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sukarno lahir di Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama kecil Kusno.

Sebagai pendiri bangsa, Sukarno telah meninggalkan jejak-jejak monumental bagi bangsa Indonesia. Jejak Sukarno bisa ditapak melalui berbagai karya tulis berisi pemikiran serta gagasan yang melampuai zamannya. Ide tentang Marhaenisme, pledoi “Indonesia Menggugat”, brosur “Mencapai Indonesia Merdeka”, penggalian nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, Nasakom/Nasasos, dan lain-lain, adalah sebagian jejak ideologis yang bisa ditelaah hingga kini.

Sukarno juga melahirkan pemikiran-pemikiran tentang modernitas Islam melalui “surat-surat Islam dari Ende”. Bung Besar, begitu ia dijuluki, juga menaruh perhatian tinggi terhadap eksistensi dan peran kaum perempuan melalui wejangan-wejangan, kursus-kursus yang kemudian dibukukan dalam sebuah buku berjudul “Sarinah”.

Kepemimpinan Sukarno juga melahirkan konsep Trisakti, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, serta berkebudayaan yang berkepribadian. Konsistensi menggembleng bangsa dengan “nation and character building” menjadikan bangsa Indonesia memiliki dignity. Konsistensi sikap anti-imperialisme, anti-kolonialisme dalam bentuk apa pun, mengantarkan sebuah ide Konferensi Asia Afrika, yang di akhir kepemimpinannya, tercetus gagasan Conference of New Emerging Forces (Conefo).

Masih banyak jejak Bung Karno lain yang bisa ditelusur lewat berbagai dokumen, maupun penuturan oral dari saksi sejarah. Akan tetapi, fakta bahwa telah terjadi gerakan sistematis “desukarnoisasi” selama tiga dasa warsa, mengakibatkan tidak sedikit fakta-fakta menjadi samar, tonggak lurus menjadi bengkok, atau bahkan mengaburan sejarah tentang Sukarno itu sendiri.

Sebagai wahana berhimpunnya para insan Sukarnois, para pemerhati Sukarno, pengkaji ajaran Sukarno, para penapak-jejak sejarah Sukarno, dibentuklah Yayasan untuk dapat bergerak lebih terstruktur dan berkembang ke skala yang lebih besar. Bukan saja untuk dan demi syiar ajaran Sukarno, tetapi juga menempatkan sosok Sukarno, Putra Sang Fajar pada proporsi yang semestinya. Menempatkan Sukarno pada bingkai sejarah yang seharusnya.

Begitu kurang lebih preambule Anggaran Dasar Yayasan AKU DAN SUKARNO, yang insya Allah akan diresmikan kehadirannya pada tanggal 1 Juni 2016, di Gedung Joang ’45, Jl Menteng 31, Jakarta Pusat. Mohon doa restu. (roso daras)

Baca juga: Diskusi Publik Menyambut Hari Tani Nasional 2016

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *