yayasan aku dan sukarno, globalisasi, dampak globalisasi, dampak positif globalisasi, pengaruh globalisasi, globalisasi ekonomi, proses globalisasi, era globalisasi, dampak positif globalisasi di bidang ekonomi, dampak positif globalisasi di bidang politik,

Pemuda di Era Globalisasi

Era globalisasi memberi berbagai perubahan di berbagai aspek terutama pada kemajuan teknologi. Pada tahun 1960-an mahasiswa menggunakan buku sebagai sumber informasi namun, pada tahun 2000-an mahasiswa sudah bisa menggunakan electronic book atau biasa dikenal E-book. mahasiswa dapat menggunakan nya sebagai salah satu alat untuk mempermudah mendapatkan informasi, sehingga mempermudah mobilisasi informasi. Zaman yang serba dipermudah oleh teknologi ini lambat laun meghilangkan batas yang ada, yang bisa mempermudah semua orang mendapatkan data dari satu dunia yang menyatu.

Sikap pemuda Indonesia yang di manja oleh kemudahan akibat oleh kemajuan teknologi justru menjadi bumerang bagi pemuda bangsa Indonesia sendiri. Sikap pemuda yang cenderung individualis sangat bertolak belakang dengan identitas pemuda yang tertuang pada sumpah pemuda. Sikap pemuda yang tercermin saat ini tidah sesuai dengan makna sumpah pemuda. Pemuda Indonesia saat ini cenderung lebih menganut budaya barat, menyukai hal-hal yang berbau luar negeri, kemudian tanpa terasa rasa cintanya pada bangsanya sendiri memudar perlahan.

Mahasiswa harus bisa memahami arti dari kata Maha dan Siswa, dua kata tersebut memiliki makna yang besar karena ada kata “maha” yang memiliki makna yang diagungkan atau yang ditinggikan hal tersebut memberi makna bahwa mahasiswa memiliki strata di masyarakat inilah yang dimaksud kata mahasiswa memiliki arti tersendiri. Posisi mahasiswa dalam tengah-tengah masyarakat seharusnya dapat memberi sumbangan dalam kemajuan bagi perubahan dalam masyarakat, oleh sebab itu mahasiswa disebut Agent of Change. Mahasiswa dapat memberikan kontribusi lebih di masyarakat dengan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

Perilaku mahasiswa saat ini perlu di kembalikan pada sumpah pemuda bangsa Indonesia. Pembentukan mahasiswa yang berkarakter juga perlu untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal yang datang dari luar. Mahasiswa tidak boleh bersikap apatis dan tidak memiliki pendirian karena ini menjadi sebuah ancaman bagi sebuah bangsa apabila pemudanya mudah untuk dipengaruhi. Kobarkan lagi jiwa pemuda seperti pemuda dahulu yang berjiwa nasionalis dan juga pemuda yang haus akan ilmu sehingga menumbuhkan sikap kritis yang saat ini mulai memudar di kalangan mahasiswa. Berdemo adalah jalan terakhir yang dimiliki oleh mahasiswa. Anarkisme bukan lah sikap yang di cerminkan oleh mahasiswa. Tunjukkan bahwa mahasiswa adalah bisa, mampu dan siap untuk menjawab setiap tantangan globalisasi.

Oleh Sri utami/YADS

Baca juga: PANCASILA DIMATA GENERASI MUDA; Hari Sumpah Pemuda

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *